TAJUKRIAU.com, PEKANBARU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru melalui Ketua Umum Ragil Erlangga menyoroti serius maraknya pelanggaran truk ODOL (Over Dimension Over Loading) yang tetap melintas di Jalan Soebrantas. Pelanggaran ini disebut telah menelan korban jiwa di Simpang Empat Garuda Sakti dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga serta mahasiswa yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Truk ODOL adalah pembunuh yang kejam di jalanan. Kami meminta Wali Kota Pekanbaru untuk menindak tegas larangan mobil truk melintas di Jalan Soebrantas dan memastikan aturan dijalankan tanpa pandang bulu,” tegas Ragil Erlangga.
HMI Cabang Pekanbaru menilai bahwa keberadaan truk ODOL bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bahaya langsung yang setiap hari mengintai masyarakat. Untuk itu, HMI mendesak:
-
Penegakan regulasi dan aturan secara ketat terhadap larangan mobil truk melintas di jalur padat penduduk.
-
Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Perhubungan guna memastikan optimalisasi pengawasan di lapangan.
-
Menjadikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pengelolaan lalu lintas dan kebijakan transportasi kota.
“Jangan biarkan nyawa warga terus terancam hanya karena lemahnya penegakan aturan. Keselamatan publik harus menjadi komitmen tertinggi pemerintah kota,” tambahnya.
HMI menutup pernyataan dengan pertanyaan reflektif yang menggugah:
“Apakah Pekanbaru masih aman? Jawabannya ada pada seberapa tegas pemerintah kota melindungi warganya dari ancaman ODOL”. (Rls)






