Ciri Manusia Bodoh Saat Ini

by

Rasulullah SAW,  bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah: diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinahan, merajalelanya khamar, sedikitnya jumlah laki-laki, banyaknya jumlah wanita sehingga limapuluh wanita dipimpin oleh satu orang laki-laki,” (HR. Bukhari)

Telah nyata apa yang disampaikan Rosulullah SAW dalam hadits di atas.semua  Hal  telah terjadi,  dan yang menarik bagi  saya  adalah perkara ‘merebaknya kebodohan’.

Hampir setiap hari kita disuguhkan dengan berita tentang ulah manusia. Tingkah di dunia nyata yang merebak di dunia maya. Dan berita terhangat pekan ini adalah puisi seorang wanita yang tak muda lagi. Saya tak tertarik untuk membahas isi puisinya,  karena sudah banyak yang menyoroti,  membalas, mengkritik,  bahkan melaporkannya kepada yang berwajib.  Setimpal lah menurut saya. Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa wanita tua itu telah meminta maaf, syukurlah.

Saya justru tertarik dengan fenomena bermunculan orang orang  aneh bahkan cenderung ‘ bodoh’ terutama di media sosial akhir akhir ini. jelas,  ini bukan hal yang kebetulan,  ini bagian dari skenario Allah yang harus kita yakini. Terkhusus bahwa ini sesuai dengan yang dikhabarkan Baginda Rosulullah SAW. ya,  merebaknya kebodohan.

Munculnya fenomena ini mengharuskan kita bijak dalam bersikap,  berhati hati dalam bertutur,   sekaligus memaksa kita untuk terus mengkaji ilmu,  supaya kita tidak termasuk dalam gerombolan orang orang bodoh di akhir zaman.

Manusia Bodoh Dalam Pandangan Islam

Bodoh yang dimaksud dalam pandangan Islam bukanlah perkara akademik,  bukan orang yang tak mampu membaca ataupun menulis.  Namun lebih kepada ketidakmampuan seseorang dalam mengoptimalkan potensi diri yang telah Allah berikan.
Dan Allah menyetarakan orang bodoh dengan orang yang lalai.

Ciri ciri orang bodoh menurut Al-Quran dan Hadits ,  diantaranya adalah :

1. Tidak menggunakan hatinya untuk memahami ayat ayat Allah.

2. Tidak menggunakan matanya untuk melihat tanda tanda kebesaran Allah.

3. Tidak menggunakan telinganya untuk mendengarkan ayat ayat Allah.

4. Mengikuti bisikan bisikan keburukan/mengikuti hawa nafsu

5. Banyak ber angan angan kepada Allah tanpa disertai amal.

6. Orang yang tidak ingat kematian dan tidak memperiapkan bekal untuk menghadapi kematian.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS.al-A’raf:179)

Di dalam hadits pun Rosulullah SAW menyebutkan

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

“Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Maka,  ketika hari ini kita mendapati begitu banyak suguhan suguhan kebodohan, mengolok olok agama,  mempermainkan ayat ayat Allah  dan  menafsirkan sesuai selera,   tak perlu bersedih hati.  Jadikan itu sebagai pengingat diri bahwa kita sedang mengalami tanda tanda akhir zaman.

Jangan terbawa emosi ketika bermunculan orang orang yang melabeli dirinya sebagai ‘ustadz’,  namun kata dan perilakunya jauh dari Islam, bahkan menyudutkan Islam. Karena sejatinya  itu adalah gambaran manusia manusia’bodoh’.

Yang harus kita lakukan adalah tetaplah bersabar,  senanatiasa meluruskan niat hanya karena Allah,  memperbaiki amal,   seraya mengoptimalkan segala potensi diri sehingga kita layak masuk dalam kelompok manusia manusia cerdas yang disebutkan Rosulullah SAW.

Karena amatlah nyata perbedaan antara orang orang yang berilmu dan orang yang pura pura berilmu,  semua akan Allah tampakkan dalam segala perilaku. Dan sesungguhnya tak ada balasan yang keliru.

Dan tetaplah berada diantara barisan orang orang  yang haus akan tsaqofah,  pengemban dakwah yang amanah,  untuk memahamkan umat tentang syariah,  semoga Allah beri kemulyaan dan hidup yang barokah.  Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *